Profil Sosial Mayarakat
Jumlah penduduk di padukuhan sambilegi lor sebanyak 2109 jiwa, dengan rincian 1095 Jiwa perempuan dan 1014 Jiwa Laki-laki. Mayoritas penduduk padukuhan sambilegi lor meiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta, namun tidan sedikit yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Gb.Data Kependudukan Menurut Pekerjaan
Dalam bidang keagamaan masyarakat padukuhan sambilegi lor sangat taat dalam menjalankan ibadah keagamaan baik agama islam maupun kristen dan yang lainnya. Dalam kelompok masyarakat agama Islam, Padukuhan sambilegi lor memiliki tiga masjid, Masjid Darul Ikhrom terletak di RW 53, Masjid Al Ikhlas terletak di dusun Modinan RW 54, dan Masjid Hidayatullah terletak di RW 55, warga masyarakat padukuhan sambilegi lor kerap menggelar acara peringatan budaya dengan tema yang disesuaikan dengan hari besar keagamaan. Warga padukuhan sambilegi lor secara garis besar terafiliasi pada organisasi kemasyarakatan islam yakni NU, dan Muhamadiyah. Padukuhan sambilegi lor memiliki dua pondok pesantren, yaitu pondok pesantren Al Ghozali dan pondok pesantren Sasana Kreatif Mandiri, kedua pondok tersebut berlokasi di wilayah RW 53. Toleransi antar umat beragama di padukuhan sambilegi lor sangatlah tinggi. Ketika umat islam merayakan hari besar keagamaannya, umat nasrani dan yang lainya bergiliran tugas menjaga keamanan di jalan-jalan kampung, begitu pula sebaliknya, hal itu membuktikan tingginya toleransi umat beragama di padukuhan sambilegi lor.
.jpg)
Gb. Data Kependudukan Menurut Agama
Kegiatan warga dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, masing-masing RW menampilkan kegiatan kesenian dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak dan pemudanya sehingga mencerminkan keguyub rukunan warga. Kelompok pemuda di padukuhan sambilegi lor yang tergabung dalam organisasi kepemudaan karang taruna Manunggal Karsa menjadi aktor utama dalam banyak kegiatan yang dilaksanakan di padukuhan.
.jpg)
Gb. Data Kependudukan Menurut Umur (Kategori)
Profil politik masyarakat
Masyarakat padukuhan sambilegi lor sudah baik dalam mengenal sistem demokrasi, selain ikut aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 2024, mereka juga ikut berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah atau proses pemilukada untuk pemilihan Bupati Sleman dan Wakilnya hingga pada pemilihan lurah kalurahan Maguwoharjo. Kemajemukan berpolitik tidak menyurutkan warga untuk tetap menjaga keguyub rukunan warga, sehingga warga akan tetap solid dan bersatu walau berbeda pandangan politik.