- Survei kebutuhan dan kondisi di padukuhan
- Pemilihan dan penetapan wilayah padukuhan
- Menyusun profil desa yang lengkap
- Mengkaji link and match antara pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan padukuhan
- Pembuatan profil potensi pengetahuan dan teknologi tepat guna yang dapat diimplementasikan di padukuhan
Rencana Jangka Pendek
Beberapa dari kamu mungkin sering merencanakan sesuatu yang akan kamu lakukan dalam waktu dekat. Nah, hal ini termasuk rencana jangka pendek.
Menurut laman Time Champ, rencana jangka pendek adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengembangkan rencana dengan tujuan tertentu dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun.
Rencana jangka pendek ini umumnya lebih mudah untuk diraih. Contoh konkretnya di tempat kerja bisa kamu kenali lewat content planner dengan tenggat waktu yang pendek.
Singkatnya, rencana jangka pendek merupakan rencana yang ingin kamu selesaikan dalam waktu dekat, seperti dalam minggu depan atau bulan depan.
Cara Membuat Rencana Jangka Pendek
1. Gunakan Metode SMART
Untuk membuat sebuah rencana jangka pendek, kamu bisa menggunakan metode SMART atau Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-based.
Specific
Pada tahap ini kamu perlu mempertanyakan hal-hal apa yang ingin kamu capai dalam satu minggu, satu hari, bahkan satu tahun. Di dalam pekerjaan, kamu perlu menanyakan hal ini kepada atasan atau rekan kerja tentang tujuan apa yang ingin diraih oleh perusahaan secara spesifik.
Contohnya adalah menyusun 30 laporan minggu di hari jumat.
Measurable
Selanjutnya, kamu juga perlu mengetahui bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk meraih tujuan dan rencana ini.
Contohnya adalah me-review semua catatan kelas dan membaca ulang area-area yang membingungkan.
Achievable
Pada tahap achievable ini kamu harus mempertanyakan, apakah rencana tersebut realistis dan mudah diraih? Selain mempertimbangkan waktu dan durasi, kamu juga harus memperhatikan tingkat energi, kemampuan untuk fokus, dan tanggung jawab lainnya.
Relevant
Pastikan rencana tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang kamu pegang, jika memungkinkan, buatlah proses yang bisa meningkatkan efisiensi.
Time-based
Kapan tugas tersebut harus diselesaikan? Tentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat rencana dan berapa lama waktu yang diperlukan tim untuk beradaptasi dengan perubahan yang dipelopori oleh manajemen.
2. Tentukan Prioritas
Selain menerapkan metode SMART, kamu juga perlu memprioritaskan apa yang perlu diraih. Hal ini bisa kamu kerjakan dengan membagi kegiatan dalam dua bagian, yaitu penting dan tidak penting.
Cobalah untuk menghabiskan sebagian besar waktu kamu untuk tugas-tugas penting dan meminimalkan waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas yang tidak penting.