You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Padukuhan Sambilegi Lor
Padukuhan Sambilegi Lor

Kal. Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman

Selamat datang di website Padukuhan Sambilegi Lor. ( Info seputar Sosial Kemasyarakatan dan juga Kebencanaan ) dapat di pantau di Freq Radio 142.090 Mhz. Informasi (Pelayanan dan Pengaduan) dapat dilakukan melalui WhatApp dengan Nomor : 0822-2624-4446

MASYARAKAT PADUKUHAN SAMBILEGI LOR MENGGELAR DOA DAN TRADISI NYADRAN DI MAKAM MODINAN

Admin 15 Februari 2026 Dibaca 91 Kali
MASYARAKAT PADUKUHAN SAMBILEGI LOR MENGGELAR DOA DAN TRADISI NYADRAN DI MAKAM MODINAN

Sambilegi Lor- Minggu (15/2) Masyarakat Padukuhan Sambilegi lor, kidul, sorogonen, karangploso menggelar tradisi Nyadran di makam Modinan, tradisi ini menjadi sarana untuk berwasilah dan mendoakan para ahli kubur dengan harapan amal ibadah para leluhur diterima oleh Allah SWT serta segala kesalahannya mendapat ampunan. Selain dihadiri waga padukuhan, sesepuh, pemuka agama, perangkat padukuhan, ketu RT/RW, dihadiri juga dari tingkat kapanewon, Panewu Depok Djoko Muljanto, S.P, Pj Lurah Maguwoharjo Isti fajaroh, S.P, M.MA, Kamituwa kalurahan maguwoharjo Bapak Muh.Zabidi dan beberapa anggota dewan Bapak Budi Sanyoto, Amd, Guntur Yoga Purnawan, S.T.

Foto. Sambutan Bu Pj Lurah Maguwoharjo

Selain sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada leluhur, Nyadran memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Dari sisi spiritual, kegiatan ini menjadi momen bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa bersama. Dari sisi sosial, Nyadran juga berperan sebagai ajang berkumpulnya warga Jarakan, menciptakan kebersamaan, serta mempererat tali silaturahmi antar warga.

Foto. Masyarakat padukuhan menggelar adat tradisi Nyadran.

Selain aspek spiritual dan sosial, Nyadran juga memberikan dampak positif bagi warga masyarakat, gotong royong bahu membahu. Pembuatan nasi kenduri yang menjadi bagian dari acara ini melibatkan seluruh warga masing-masing RT, sehingga rasa persatuan dan kesatuan semikin erat . Dengan demikian, Nyadran tidak hanya menjadi warisan budaya yang perlu dijaga, tetapi juga membawa manfaat luas bagi kerukunan masyarakat.

Selain menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan, Nyadran menjadi simbol kebersamaan dan keberkahan bagi warga, serta memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan di bulan Sya'ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image