Sambilegi Lor- Warga masyarakat padukuhan sambilegi lor dan sekitarnya berbondong-bondong mendatangi Ekowisata Ringin Kuning Modinan untuk ikut melaksanakan tradisi rutin Sadranan (8/2). Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari seluruh elemen padukuhan sambilegi lor, dilaksanakan juga kirab Gunungan Apem yang diarak mulai dari Masjid Al Ikhlas menuju RKM untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Dalam acara tersebut hadir Ketua RT RW dan tokoh masyarakat dan juga tamu undangan. Bibit bambu akan diserahkan oleh Jajang Agus Sonjaya ( Dosen Instiper ) sekaligus pendiri Yayasan Hutan Biru didampingi Nanda Wirabaskara penulis buku menanam bambu menumbuhkan harapan dan diterima langsung oleh Dukuh Sambilegi Lor.

Foto Penyerahan Bibit Bambu
Nyadran atau Sadranan adalah tradisi masyarakat Jawa berupa ziarah kubur, membersihkan makam, dan doa bersama untuk leluhur, yang biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (Sya'ban) menjelang memasuki bulan Romadhan. Sebagai bentuk akulturasi budaya Islam-Jawa, tradisi ini memuat nilai gotong royong, syukur, dan silaturahmi. Rangkaian utamanya meliputi besik (bersih makam), kirab, doa, serta kenduri/makan bersama

Foto kegiatan Sadranan di RKM