You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Padukuhan Sambilegi Lor
Padukuhan Sambilegi Lor

Kal. Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman

Selamat datang di website Padukuhan Sambilegi Lor. ( Info seputar Sosial Kemasyarakatan dan juga Kebencanaan ) dapat di pantau di Freq Radio 142.090 Mhz. Informasi (Pelayanan dan Pengaduan) dapat dilakukan melalui WhatApp dengan Nomor : 0822-2624-4446

BERSAMA 200 TOKOH AGAMA, GUS MIFTAH NGABUBURIT DI GEREJA MARIA BUNDA ALLAH MAGUWOHARJO

Admin 07 Maret 2026 Dibaca 33 Kali
BERSAMA 200 TOKOH AGAMA, GUS MIFTAH NGABUBURIT DI GEREJA MARIA BUNDA ALLAH MAGUWOHARJO

Maguwoharjo- Sekitar 200 tokoh lintas agama mengikuti kegiatan ngabuburit dan orasi kebangsaan lintas iman yang digelar di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung semangat merawat kebhinekaan dan menyemai kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Acara ini menghadirkan tokoh Islam Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal sebagai Gus Miftah, serta Danrem 072/Pamungkas Bambang Sujarwo sebagai pembicara dalam orasi kebangsaan.

Gb. Foto Lintas agama menggelar doa bersama

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga membagikan 200 buku karya Gus Miftah berjudul “Merawat Kebhinekaan Menyemai Kerukunan” kepada para peserta yang hadir.

Buku tersebut lahir dari kegelisahan mendalam terhadap kondisi kebangsaan Indonesia, terutama terkait masih terjadinya berbagai kasus intoleransi yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

Menurut Miftah Maulana Habiburrahman, berbagai peristiwa seperti perusakan rumah ibadah, penolakan pembangunan gereja, pembatasan ritual keagamaan kelompok minoritas, hingga maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan besar bagi bangsa yang menjunjung tinggi ideologi Pancasila serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia harus dirawat, dijaga, dan diperjuangkan oleh seluruh elemen bangsa, baik tokoh agama, masyarakat sipil, maupun setiap warga negara,” tegas Gus Miftah.

Kegiatan ngabuburit lintas iman ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya memperkuat dialog antarumat beragama sekaligus menjaga nilai kebhinekaan sebagai fondasi persatuan bangsa.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image